Skip to main content

Posts

BAD GUY

Hari kedua aku melakukan aktivitas di luar ruangan dan itu membuatku sedikit pusing karena aku bertemu dengan orang banyak di hari kedua ini. Aku selalu belajar bagaimana berinteraksi dengan yang lain, tahu sendiri ketika orang lain melihatku yang pasti mereka sedikit aneh. Mengapa? karena mereka pikir aku ini mengalami gangguan pada jiwaku padahal menurutku tidak sama sekali mengalami itu semua. Banyak yang mencemoohku hingga keluargaku bilang kalau orang di sekitarnya bilang "Kok tidak di bawa ke rumah sakit jiwa sih? Emang tidak malu punya anak dengan gangguan jiwa gitu"  tapi mau gimana lagi yang nama manusia tidak ada yang tahu isi otak dan hatinnya kaya apa. Selang beberapa hari ketika aku keluar dari rumah untuk sekedar menyapa atau berinteraksi dengan orang lain, aku bertemu dengan seorang nenek yang duduk termenung dengan membawa sebuah tas jinjing. Aku pun tidak tahu apa yang nenek itu bawa dan entah kemana nenek itu pergi tapi setelah aku mendekatinya untuk bert...

PAST MIDNIGHT

Sudah dua hari aku tidak bertemu denganmu, bahkan untuk mendengarkan suarumu aku tidak mendengarkan. Kamu tahu apa yang paling aku cemaskan ketika aku tidak melihat dirimu walaupun hanya sedetik pun? Aku mencemaskanmu karena aku pikir aku nyaman dengan sosok kehadiranmu, karena aku tahu kamu tidak bisa kuraih dalam waktu dekat. Aku berharap kamu akan baik-baik saja dengan wanita itu, Wanita yang mungkin kamu sanjung dalam hidupmu, wanita yang kamu elu-elukan kasih sayangnya bahkan wanita yang kamu perlakukan dengan baik oleh dirimu. Aku percaya kamu adalah tipe orang baik dengan orang di sekitarmu, aku percaya bahwa kamu bisa menjaga dengan baik orang yang berada di sekitarmu. Bahkan aku yang melihatpun tesenyum simpul melihatmu keluar dari rumah dengan wanita itu dengan rona bahagia dan penuh kasih sayang oleh seseorang. Aku tidak tahu sampai kapan kamu akan bertahan dengannya, aku tidak tahu kapan kamu akan melihat seseorang yang dari jauh memerhatikanmu. Aku hanya malu jika men...

Ketika rindu terbelenggu

Aku hanya sebagian rindu yang tak pernah kau ucapkan. Ketika matahari mulai bersinar, kau masih tetap sama merindukannya. Merindukan kehadiran yang tak di harapkan, kehadiran yang selalu engkau tunggu tanpa mengenal waktu. Aku sadar betapa bodohnya diriku yang selalu menunggu tanpa mengenal lelah, Aku memang bodoh berapa banyak waktu yang terbuang sia-sia untuk mengharapkan seberapa lelahnya diriku untuk berhenti mencemaskan dirimu di sana. Dan aku berdoa kepada Tuhan untuk semua, semuanya yang pernah hadir dalam hidupku. Ya memang, ini akan sia-sia tanpa ada usaha. Sia-sia ketika kamu melakukan segala sesuatu untuk orang terkasihmu, Sia-sia ketika kamu merasakan betapa berdegupnya debaran di hatimu ketika kamu berada di sisi orang yang kamu sayang tanpa ada imbalan yang baik. Apa aku terlalu bodoh jika aku mengharapkan imbalan darinya ? Apa aku bodoh jika rasa rinduku terbalaskan suatu saat nanti meskipun ia tidak tahu aku disini merindukan yang teramat sangat rindu ? Bolehkah...